Pages

Senin, 09 Mei 2011

prasangka


Aku, kamu dan juga mereka tidak akan pernah tahu tentang kelahiran. Mungkin saja kita tidak dibiarkan untuk dapat mengetahui selebihnya. Ya, selebihnya itu akan menjadi segaris misteri tiada akhir. Kita hanya bisa dijejali pertanyaan, rasionalitas dan perasaan. Pertanyaan-pertanyaan itu menggantung dalam langit-langit tingkah laku. Merasuk perlahan pada setiap peristiwa yang kita jalani. Melalui denyut naik turun gejolak emosi, tentang keseharian, tentang bagaimana mekanisme menerima ini menjadi lancar. Dan aku mungkin saja tidak perduli lagi bila emosi itu menjadi terolah melalui fiksi-fiksi, yang mungkin saja itu kebohongan, mungkin itu kenyataan. Kepada siapa kita mesti percaya sudah berlalu sedemikian jauh, yang ada hanya kesendirian. Mereka disana masih menyimpan misteri tanpa tahu siapa aku dan kamu. Lalu, kenapa kita mesti repot pada kesumat diri ini. Mereka yang ada disekitar aku dan kamu adalah nyata. Mereka menunggu di setiap air wajah yang tergambar dari bola mata.

0 komentar:

Posting Komentar