Malam ini adalah pertanda dari sebuah kesunyian
Sendiri di tengah keterasingan
Di tengah orang-orang yang diam
Ilusi, dan bayangan
Asap kering dari dedaunan yang dibakar sehabis senja itu
Mengepul diantara bising mesin-mesin
Dan anak-anak masih berlarian penuh peluh
Diantara rapatnya waktu dan keadaan
Nikmat hanya sebagai jalan
Dan sesaat itu begitu menipu
Tapi menyerah juga tanda kekalahan
Mengamini lantas pergi
Sepertinya memang harus diteruskan
Dalam bingkai yang seperti biasa
Dengan mereka yang masih tertawa polos
Dan aku dengan sejuta tanya,..
Hingga cahaya itu..
Ya, cahaya yang aku pun tak mengerti..
***
Siapa yang masih perduli dengan kesadaran
Ada segerombol kafilah yang datang dengan deretan dalil
Dan tentang kesadaran itu terbawa bersama angin timur
Menuju tenggelamnya matahari
Konsepsi tentang perdamaian datang dari berbagai sudut
Diatas, dengan legitimasi yang menyeluruh
Dan kita mau apa? Melawan sesuai hati nurani?
Lantas saat ini nurani siapa yang bisa kita andalkan?
Masih percaya kah kalian dengan nurani yang diangkakan dalam uang?
Apakah aku terlalu paranoid dengan semuanya
Dengan dendam yang tersembunyi dalam hati hitam
Menyesakkan
Sobat, sambut aku dengan perlawanan
Kemudian bunuh aku
Teka-teki ini kukira akan terbuka
Dan aku menang
***
Kau adalah sendiri
Kau adalah kekuatan
Kau adalah lubang hitam
Kau adalah komoditi
Kau adalah pemikat
Kau dalah penyelamat
Kau adalah pemuas
Kau adalah kesedihan
Kau adalah misteri
Kau adalah persoalan
Kau adalah bukan kau
Karena kau adalah bayangan
***