Pages

Rabu, 06 April 2011

lalu percaya?


Apa itu kepercayaan?apakah sebatas cara untuk sebuah pencarian tentang sesuatu yang maha kuat. Zaman penuh dengan cerita palsu dari bibir yang sudah hampir busuk karena dusta yang menyemut perlahan memangsa. Dan kepercayaan dibawa sebagai sebuah komoditi bagi pemeluk-pemeluknya. Adakah sebuah jalan bagi tidak adanya rasa untuk tidak saling menyalahkan. Mungkin saja sebuah konspirasi besar datang dari setiap sudut dan golongan untuk menguasai pemikiran manusia-manusia yang buta dalam rasa. Tapi untuk selalu saja mereka-mereka adalah tindakan bodoh yang bermuara pada kemunafikan. Aku, kamu, kita punya kebebasan untuk menerawang jauh di pikiran, termasuk pula kepercayaan. Kepercayaan adalah barang intim orang per orang yang bisa lahir dari rasionalitas dan pengalaman selama menjalani kehidupan. Lantas, apa keuntungan kepercayaan itu melembaga dalam sebuah agama formil. Lantas, apakah itu seseorang ang dalam konstitusi tidak menjadi pemeluk agama resmi itu mesti diluluhlantakkan?atau dibiarkan hidup tetapi dikucilkan? Ah….

0 komentar:

Posting Komentar